Menjelajahi Wilayah Antimainstream Turki

Turki adalah salah satu negara impian untuk dijelajahi. Kekayaan sejarah, posisi strategis, dan keunikan negara ini menarik minat aing untuk menjelajahinya.

Alhamdulillah, berbekal tiket promo Etihad 5.7 jutaan aing sudah traveling ke Turki selama 2 minggu dengan jalur yang tidak umum bagi orang Indonesia

Istanbul - Trabzon - Rize - Ankara - Cappadocia - Konya - Side - Antalya - Selcuk - Alacati - Istanbul

Agar gampang diikuti, aing membagi tulisan ini menjadi beberapa bagian…

Let's get to it !

Part 1

Istanbul - Karadeniz (Trabzon - Rize)

Pesawat aing mendarat dengan mulus di Sabiha Gokcen International Airport. Karena tidak membawa Turkish Lira (YTL), aing bergegas menuju ATM untuk menarik sejumlah Lira. aing kemudian ketemu dengan Mba Nunu, yang juga sudah berkenalan dengan seorang gadis China. Kami kemudian menuju tempat ngetem Havabus untuk menyeberang ke Taksim.

Sesampainya di Taksim, kami membeli simcard Turk Telecom seharga 130 Lira. Tak lama, aing dijemput oleh teman aing, Cihan, orang Turki yang aing temui di Italia. Aing dan mba Nunu berpisah, dan Cihan membawa aing berkeliling ke arah Istiklal Street.

Karena akan melanjutkan perjalanan di Trabzon, aing dan Cihan hanya jalan santai dan singgah di sebuah warung makan. Selesai makan, Cihan mengantar aing ke loket Havabus Taksim untuk pergi lagi ke New Istanbul Airport. Sangat dekat, cukup berjalan kaki kurang lebih 15 menit saja.

Pesawat terbang melaju dengan mulus dan sampai di Trabzon. Di sini, aing menginap di rumah teman yang aing kenal melalui couchsurfing. Pagi harinya, aing pergi ke Ayder Hill di Rize dengan mengikuti tur. Kenapa harus tur? Yap, karena orang Trabzon sangat jarang yang bisa berbahasa Inggris dan informasi mengenai transport publik ke Ayder sangat-sangat minim. Ya, supaya simpel dan aman, saya memilih menggunakan tur saja. Oh ya, tapi ini free tour ya. Kita hanya di antar ke suatu tempat. Kita turun dari bus, dan kembali ke ntempat semula. Tidak ada tour guide yang akan memandu kita.

Tips : Pelajari area Ayder. Hitung jarak tempuh masing-masing lokasi. Dengan demikian, kita bisa memaksimalkan kunjungan ke tempat yang kita inginkan dan bisa memperkirakan kapan waktu kembali ke tempat bus.

Perjalanan ke Ayder menempuh jarak 2.5 jam dari Trabzon. Jalanan menuju Ayder adalah jalanan yang indah, berliku-liku, dan terdapat pemandangan bukit, sungai, dan kawanan pohon cemara di kiri-kanan jalan. Usahakan jangan tidur ya, worth it kok. Membuat kita betah di perjalanan. 

Sesampainya di Ayder, aing langsung jingkrak-jingkrak.

Why?

Karena Ayder ini ternyata memiliki pemandangan berbukit seperti Swiss. Padang rumput hijau, rumah di tepi bukit, air terjun dan pegunungan bersalju adalah pemandangan di sini. Sajian panorama yang memang menjadi motivasi aing datang ke sini. Kami diberi waktu 4 jam untuk menjelajahi daerah ini.

AzharinAyder_Turkey_2020
Kurang Afdhal kalo ngga nampang :P

Dasar jiwa narsis, aing ga berhenti berfoto dong, rugi aja sampe sini, sejauh ini, ke tempat seindah ini kurang dapat foto kece ahahaha.

Cuaca berpihak kepada aing hari itu. Sepanjang hari Ayder diselimuti cahaya Matahari, sehingga keindahannya dapat aing saksikan tanpa gangguan. Alhamdulillah…

AyderHill_azhar_2019
Pemandangan Bukit Ayder
 

Keesokan harinya, aing pergi ke Uzungol.

UzungolView_Azhar_2019
Jogging track di Uzungol

Kalau Ayder memiliki pemandangan seperti Swiss, maka Uzungol mirip-mirip Hallstatt di Austria. Perjalanan ke Uzungol ditempuh dalam waktu 1.5 jam dari Trabzon dan tetap melalui tur yang sama. Uzungol ini sangat indah, namun sangat basah, jadi bisa saja paginya supercerah, pada sore harinya turun hujan deras. Kami pun mengalami hal yang sama. Untungnya hujan turun pada saat tur usai, jadi sudah puas berkeliling dan dapat poto kece, baru hujannya turun. Nasib Mujur kan,, Huhuhu…

HallstattUzungol_Azhar_2019
Pemandangan Uzungol yang Mirip Halstatt, Austria

Harga paket tur : 70 YTL untuk Ayder dan 50 YTL untuk Uzungol. Hanya transport dan tiket masuk ya, makan bayar sendiri.

Perjalanan usai dan aing melanjutkan perjalanan ke Ankara

Unique things about Karadeniz (Trabzon, Rize, Artvin dan sekitarnya)

1. Daerah ini bisa dikatakan merupakan tujuan wisata orang Arab. Banyak petunjuk arah, toko, dan tempat berbahasa Arab. Penduduk sekitar juga banyak yang fasih berbahasa Arab. Namun sangat minim yang bisa berbahasa Inggris

2. Harga di Trabzon sangat mahal dibandingkan daerah lain di Turki

3. Karadeniz adalah tempat terbasah di Turki. Tur yang aing book, melalui teman aing di Turki, sampai baru bisa memberi kepastian malam sebelum aing berangkat ke Ayder dan Uzungol. Mereka tidak berani menjamin cuaca di sana saking basahnya. aing termasuk beruntung karena perjalanan berjalan sesuai rencana. Why? 1 hari sebelum aing berangkat ke Ayder, turun hujan deras. Dan saat aing di Ayder, di Uzungol turun hujan deras. Jadi, sebagai antisipasi, jangan lupa membawa jas hujan, payung, dan baju ganti ya. In case hujan turun, kita tetap aman dan tidak kehujanan. Ga lucu dong, jauh-jauh ke sana, kehujanan, eh malah sakit. Niatnya mau jalan-jalan, jadinya malah disuruh istirahat.

4. Sangat jarang ada turis Asia Timur dan Asia Tenggara yang datang ke Karadeniz. Siap2 jadi artis dadakan karena akan banyak orang yang "terpana" melihat kita, memoto kita diam2, sampai banyak yang ajak selfie. Kalau di sini kan, justru kebalik ya hihihi…

AzharinUzungol_Turkey-2019
Teteup, Narsis ga ada obat.. huhuhu

Penasaran dengan kelanjutan ceritanya ?? Simak terus tulisan di blog ini supaya nggak ketinggalan, ya!

 

Salam Mujur :D

Tidak ada komentar

Lucky Mujur (c) 2020. Diberdayakan oleh Blogger.