Konya, My Favorite City in Turkey

Halo travelers semuanyaa,, perjalanan panjang aing di Turki kita lanjutkan ya guys.. Bagi yang belum mengikuti, sok atuh baca Part 1 dan Part 2. Supaya berkelanjutan dan ga ada part yang gantung, huhuhu…

Konya

Perjalanan Nevsehir - Konya seharusnya ditempuh dalam waktu 3 jam. aing menikmati perjalanan ini karena pemandangan yang memanjakan mata. Sepanjang perjalanan yang aing lihat adalah gunung hijau, ladang gandum, gunung bersalju dan langit biru. Kalau diperhatikan secara seksama, ada beberapa tempat yang mirip dengan wallpaper desktop windows XP. Itu lho perbukitan mulus warna hijau dengan langit biru dan sedikit awan.

Nevsehir-Konya_Azhar_2019
Jalanan Indah di Sepanjang Jalur Nevsehir-Konya. Mirip Wallpaper Desktop Windows XP kan

Perjalanan berlangsung dengan singkat dan hanya berlangsung 2.5 jam. Aing segera mengontak teman couchsurfing aing, yang ternyata sudah menunggu di terminal bus. Namanya Omer, orangnya super ramah, dan wajahnya selalu tersenyum. Sangat kontras dengan wajah "resting bitch" aing kalo diem. Hiks.

Omer ternyata merencanakan perjalanan tambahan buat aing. Awalnya, aing hanya akan langsung ke apartemennya, namun Omer merasa bahwa aing harus melihat beberapa tempat yg mungkin menarik buat aing. Aing langsung antusias, why not?

Sille_azhar_2019
Salahsatu sudut Sille

Tempat pertama yang kita kunjungi adalah Sille. aing yakin pasti ga banyak yg tahu soal Sille. aing juga baru "ngeh" tempat itu karena dibawa si Omer. Jadi, Sille ini adalah tempat di jaman Seljuk Kuno yang menjadi tempat tinggal umat Muslim, Ortodoks Yunani, dan Kristen Armenia. Ada beberapa gereja dan masjid yang dibangun di bukit-bukit. Suasana di Sille ini lebih terlihat seperti di Yunani. Terdapat kompleks pemukiman, Masjid, deretan pertokoan, bahkan kompleks pemakaman. Nah, Bangunan paling indah di sini, Hagia Elenia Church, sangat klasik dan bagus jadi latar foto.

Azhar_Hagia Elena_2019

Setelah Sille, Omer membawa aing ke titik teratas kota Konya untuk melihat keseluruhan Konya. Tempat ini terletak di ketinggian tetapi tidak perlu mendaki. Mirip-mirip seperti Bukit Bintang di Jogjakarta.

Lanjut ke apartemen, ternyata Omer tinggal bersama Babanne (nenek dari pihak Ayah). Bahasa Turki Ibu adalah anne, kalau nenek dari pihak ibu disebut Anneanne, kalau dari pihak ayah disebut Babanne. Babanne ini masih segar dan cantik walaupun sudah berumur 75 tahun. Babanne ini langsung sumringah waktu ketemu aing. Ternyata, saat ibadah haji Babanne pernah ditolong dan terkesan dengan Jamaah haji Indonesia. Kami berbincang-bincang sesaat dengan diterjemahkan Omer karena Babanne tidak berbahasa Inggris.

Besoknya, aing diberikan Sarapan ala Turki oleh Babanne. Beliau tertawa melihat porsi makanan aing yang sangat sedikit. Tak lama kami pamit karena ingin eksplor Konya. Babanne melepas aing sambil bercanda, "Kamu boleh kembali kapan saja, karena kamu tidak makan apapun di sini". Huhuhu,, bisa aja nih Babanne…

MeandOmer_Konya_2019
Me and Omer Berlatang Mevlana Center

Kami lanjut ke Mevlana Center. Mevlana Center adalah tempat untuk mengenang Jalaluddin Rumi dan ajaran sufisme yang diperkenalkannya. Kami menghabiskan waktu sekira 3 jam disini. Setelah puas mengitari tempat ini (plus berfoto tentunya,, hohoho). Kami lanjut ke Aladdin Teppesi, alias Istana Aladdin dengan kebun tulipnya yang terkenal. Puas di sini, kami menyusuri daerah kota tua Konya yang tak pernah aing tahu sebelumnya.

Sore harinya kami pergi ke Osaka Park, yes ada taman Jepang ala-ala di Konya. Sembari bersantai aing mengagumi taman ini, walaupun kecil tapi indah dan terawat dengan toilet gratis, hahaha. Lalu kami bergegas ke Konya Cultural Center untuk menonton Semazen, itu lho tarian sufi yang muter-muter.

OsakaPark_Konya_azhar
Osaka Park Konya
Jujur awalnya aing tidak terlalu tertarik dengan Semazen. aing kesini karena ya rasanya tidak afdol saja ke Turki tapi tidak nonton Semazen. Tapi begitu musik mulai bermain, lighting kece parah dan satu-satu penari mulai whirling, entah kenapa aing seperti tersedot ke dalam pertunjukan tersebut. Ada suasana yang tidak bisa aing jelaskan ketika menontonnya. Aing seperti tersedot ke dalam pusaran spiritual yang sangat kuat. Musik dan nyanyian yang menjadi backsound semazen juga terasa magis dan membuat aing sangat terharu. Pertunjukan selama 1 jam 15 menit itu menjadi terasa sangat bermakna dan terasa sebentar sekali. Saat itu, aing justru merasa kalau aing tidak nonton semazen, justru akan sangat menyesal.

Semazen_Konya_azhar_2019
Semazen yang menakjubkan 

Thanks Omer yang membawa aing untuk melihat pertunjukan spektakuler ini…

Selesai nonton, Omer mengantar aing untuk melanjutkan perjalanan ke Antalya dan trip Konya selesai.

Sejujurnya, Konya adalah kota favorit aing dibanding kota Turki yang lain.

Fun Facts about Konya

1. Konya adalah kota Turki yang tidak terlalu banyak didatangi turis asing. Konya umumnya merupakan kota ziarah domestik. Siap-siap kita bakal dipandangi dan diajak foto-foto sama orang lokal

2. Konya termasuk murah dibandingkan kota lain di Turki

3. Kalau ingin menikmati Konya, jangan datang saat weekend, karena warga lokal mendatangi Konya untuk ziarah saat weekend

4. Usahakan punya waktu 3 hari untuk menikmati Konya secara utuh. Kalau waktunya mepet, usahakan minimal 2 hari. Datanglah hari jumat, supaya bisa nonton semazen

5. Semazen digelar seminggu sekali pada hari sabtu pukul 7 malam. Usahakan maksimal 15 menit sebelum acara sudah berada di tempat, antisipasi kursi penuh. Semazen di Konya Cultural Park ini gratis. Beda dengan di Istanbul yang berbayar...

Okay, Cerita Turki masih belum selesai ya travelers, ikuti blog ini ya untuk menyimak cerita selanjutnya... :D


Salam Mujur :D

 

 

Tidak ada komentar

Lucky Mujur (c) 2020. Diberdayakan oleh Blogger.