4 Alasan Kenapa Kita Harus Memulai Solo Traveling

Mengutip terjemahan dari kamus Oxford nih, traveling berasal dari kata travel, yang artinya melewati suatu tempat, mengendarai sampai ke suatu tujuan, atau mengadakan sebuah perjalanan. Traveling memang menjadi suatu hal yang tidak terpisahkan ya dari kehidupan kita. Disadari atau tidak, sebenarnya hampir semua orang pernah traveling. Contohnya ni, mudik. Mudik alias pulang kampung itu sebenarnya traveling, lho. Nah, tapi umumnya mudik ini kan dilakukan bersama-sama keluarga. Traveling dengan keluarga jelas menyenangkan, lebih teratur, dan tentu saja lebih mudah.

Etapii, solo traveling alias traveling sendirian ternyata lebih asyik dan menantang.

Berikut aing jabarkan beberapa alasan kenapa kita harus mulai solo traveling

 

1. Kebebasan

Setiap orang yang traveling pasti memiliki tujuan. Artinya, semakin banyak orang yang terlibat dalam traveling, akan semakin banyak juga tujuan yang harus dicapai. Kebayang kan, betapa ribetnya kalo kita harus mencapai tujuan bersama, padahal kita sendiri belum tentu sampai di tujuan pribadi kita. Nah guys, hal inilah alasan pertama kita kenapa harus memulai solo traveling. 

Sebagai forever solo traveler, hiks, aing sudah khatam banget soal ini. Kesendirian ini adalah kekuatan utama dalam menjelajah lokasi yang kita inginkan. Kita bisa dengan bebas pergi ke suatu lokasi dan berpindah ke lokasi yang lain.

 



Sebagai contoh, niat awal kita ingin jalan-jalan pagi ke sebuah taman kota. Eh, pas nyampe lokasi, ternyata taman kota itu sedang rame banget. Niat awalnya nyantai, kok malah jadi sumpek. Kita bisa dengan gampang mencari lokasi lain yang kita inginkan. Beres deh! Masih penasaran pengen liat taman itu pas sepi? Kita tentu aja bisa balik lagi ke tempat itu dan memperkirakan kapan waktu terbaik yang sesuai dengan keinginan kita.

Bayangkan kalau kita traveling dengan orang lain. Belum tentu kan mereka mau pindah tempat saat itu juga? Atau yang lebih parah, belum tentu juga mereka mau mencari waktu lain untuk kembali ke taman itu. Ya, alasan klasik. Waktu singkat dan masih banyak lokasi lain yang harus dituju.

 

2. Fleksibel

Traveling yang menyenangkan sebenarnya adalah traveling tanpa ekspektasi berlebihan. Mengalir aja, gitu. Punya tujuan itu wajar, tetapi kalau ternyata tujuan traveling kita tidak tercapai, ya sudah, nikmati saja perjalanannya, tho. Kalo kata bule-bule sih, Its not about the destination, but the journey. 

Kalo kita pergi sendiri, seandainya lokasi yang kita tuju tidak sesuai harapan, atau makanan di tempat yang lagi hype tidak selezat reviewnya, atau kelamaan di jalan karena kurang riset, ya dialami sendiri saja. Dibawa ketawa aja, ya kan. Lokasi A tidak sesuai harapan, kita masih bisa pergi ke tempat lain yang searah misalnya. Malah kadang-kadang, kita menemukan objek menarik yang bukan tujuan kita. Makanan tidak lezat, kita bisa aja melipir ke pujasera belakang mall dan menemukan makanan favorit kita di sana.



Nah, kasusnya jadi lain kalo kita ternyata pergi bareng orang lain. Hal yang sederhana bagi kita bisa jadi sangat penting buat orang lain. Kalo kita bisa ketawa-ketawa bego pas nyasar, ada mungkin yang bad mood seharian karena makan waktu. Ada yang ngambek ga mau makan hanya karena udah keluar uang untuk beli makanan yang kurang lezat. Kan Runyam !

Niatnya traveling kan buat have fun ya, bukannya nambah masalah dan pulang-pulang malah ga temenan. Hihihi

 

3. Me time, Me time, Me time

Yaps. Aing pribadi menganggap bahwa me time terbaik adalah traveling. Lha, kenapa bisa gitu? Simple. Solo traveling itu akan menjadikan kita benar-benar menyediakan semuanya hanya untuk diri sendiri.

Kita akan memulai perencanaan yang terbaik hanya untuk diri sendiri. Mau ke tempat A, ya karena kita benar-benar pengen ke tempat itu. Mau beli makanan A, ya karena kita benar-benar mengiginkan makanan itu. Mau lanjut eksplor, mau istirahat sejenak, mau naik kendaraan umum, ataupun jalan kaki. Semua kita lakukan atas kehendak kita sendiri. 

Kapan lagi kita bisa bebas-sebebas-bebasnya mengekspresikan diri sendiri ya kan. Coba deh kita semau-maunya begitu di kampung sendiri. Dijamin tetangga dan deterjen berjamaah akan senang hati julid padamu, hihihi

 

4. Meredam Ego

Terdengar klise emang, tapi kenyataannya begitu.

Coba deh kita puter waktu sebentar saja. Kita yang biasanya bekerja di sebuah tempat yang bonafid, misalnya. Atau punya nama di kampus. Atau hidup dengan fasilitas “tinggal tunjuk”. ya, mau apapun tinggal tunjuk karena lahir dari keluarga berada. Atau juga kita hidup dengan zona nyaman kita sehari-hari.

Kita semua pasti inginnya saat traveling ya begitu juga dong ya.

Pengennya kita dapat fasilitas lux karena di kantor pun kita demikian. Mau nginep di hotel nomor wahid juga tinggal tunjuk. Pergi ke sana kemari langsung di notice orang banyak karena semua orang kenal kita.



 

Tapi percayalah bahwa, hal seperti itu tidak membuat kita tumbuh dan berkembang menjadi manusia yang lebih baik. Sueerr!!

Kalau kita memilih untuk solo traveling. Kita memilih untuk menanggalkan semua status dan priviledge yang ada. Ya kerjaan, status sosial, kekayaan, dan circle kita.

Kita harus benar-benar meresapi bahwa kita sendiri, di tempat antah berantah yang belum kita kenal. Melihat dengan mata hati bahwa kita ini sngat kecil dibanding dengan orang lain. Memperhatikan kebudayaan dan cara hidup yang sama sekali asing buat kita. Mengantri di fasilitas umum, dan tentu saja berusaha untuk bertahan agar bisa pulang ke kampung halaman dengan selamat.

Percayalah. Solo traveling akan benar-benar menempa kita dengan sangat baik. Kita yang dulunya mungkin angkuh karena status sosial kita, akan merasakan betapa acuhnya orang di sekeliling kita saat kita traveling.

Kita yang dulunya hidup di zona nyaman, terpaksa harus berbaur dengan warga lokal dan mungkin merasakan ketidaknyamanan karena tatapan orang asing yang mempertanyakan asal kita.

Nah, jadi itu ya beberapa alasan kenapa kita harus solo traveling.

 

Gimana? Sudah cukup teryakinkan?

 

Masih ga percaya? Yuk, monggo, silakan dimulai yaa. Dijamin dah, sekali dicoba selanjutnya pasti bakal nagih solo traveling lagi.

 

 Salam Mujur :D

 

 

Tidak ada komentar

Lucky Mujur (c) 2020. Diberdayakan oleh Blogger.